Entrepreneurship adalah penerapan kreatifitas dan
keinovasian untuk memecahkan permasalahan dan upaya memanfaatkan
peluang-peluang yang dihadapi orang setiap harinya. (Thomas W Zimmerer). Sedangkan menurut Hisrich, R.D. dkk., (2005) dalam bukunya “Entrepreneurship” Edisi 6. Entrepreneurship adalah jiwa entrepreneur yang
dibangun untuk menjembatani antara ilmu dengan kemampuan pasar. Entrepreneurship meliputi pembentukan
perusahaan baru, aktivitas serta kemampuan managerial yang dibutuhkan seorang
entrepreneur.
Fenomena yang terjadi saat ini di Indonesia
pengangguran mencapai kurang lebih 7.000.000 orang tamatan sarjana (data statistik
2012), hal tersebut merupakan permasalahan yang signifikan melanda negeri ini. Sedangkan
sebuah negara akan terjamin stabilitas ekonominya jika masyarakatnya 2% mampu menjadi
entrepreneur atau wirausahawan. Jika masyarakat negeri ini mampu menjadi
pencipta lapangan pekerjaan sejak muda, maka dipastikan
permasalahan-permasalahan negeri ini akan tertuntaskan, negeri ini akan lebih
produktif, lebih sejahtera, kemiskinan tertuntaskan, anak bangsanya mampu
sekolah tinggi, lapangan pekerjaan dalam negeri banyak hingga tidak perlu
mencari kerja di luar negeri, dan sedikit demi sedikit mampu melunasi
hutang-hutang negeri ini pada pihak asing tersebut.
Mahasiswa dan kampus adalah miniatur Negara. Kehidupan
kampus bagi mahasiswa merupakan kehidupan yang homogen untuk membentuk
kedewasaan diri, kemandirian dan kesejahteraan bagi dirinya juga orang lain. Untuk
menciptakan sikap dan jiwa entrepreneurship
dan mengembangkanya dalam bentuk pengaplikasian, materi-materi kuliah perlu
lebih persuasif dalam membahasnya, pun begitu perlu diadakanya seminar-seminar
baik dalam kampus maupun di luar kampus oleh pemerintah di bidang ekonomi dan
pendidikan. Jika telah terbentuk jiwa dan mindset
entrepreneurship dalam diri
mahasiswa maka mahasiswa dapat memulai usahanya seperti;
·
Membuat
dan menjual handmade dan aksesoris
dari kain flannel, kain perca, motek-motek
dll.
·
Menjadi
agen buku-buku bestseller dan buku
yang dibutuhkan mahasiswa.
·
Menjadi
guru privat untuk SD, SMP, SMA atau mahasiswa lainya dari materi kuliah yang
kita kuasi.
·
Usaha
di bidang Jasa seperti instalasi komputer, sewa, dll
·
Menjadi
agen pakaian-pakaian trendi, barang-barang terbaru dll.
·
Jual
makanan-makanan kuliner yang ringan.
Dengan demikian mahasiswa akan lebih
mandiri untuk tidak bergantung pada orang tua, sikap dan perilaku akan lebih
dewasa karena dituntut untuk berani, bertanggungjawab, displin dan profesional dalam
bisnis yang ditekuni. Pada saat melakukan usaha tersebut mahasiswa dapat
bekerjasama dengan rekannya yang lain baik dari kalangan mahasiswa, dosen atau
patner di luar kampus. Dari permulaan kecil tersebut dapat dipastikan akan
tercipta lapangan pekerjaan pasca kuliah seperti;
·
Terciptanya
home industry yang memproduksi handmade dan aksesoris.
·
Membuka
toko buku.
·
Membuka
lembaga bimbingan belajar dan kursus.
·
Membuka
gerai jasa instalasi computer.
·
Membuka
gerai busana trendi atau barang-barang terbaru.
·
Membuka
kedai kuliner.
Sehingga para tamatan sarjana akan terkurangi
dari status pengangguran. Dipastikan juga masa depanya akan terjamin, dengan
begitu keluarga, kerabat dan orang serta daerah di sekitarnya akan ikut sejahtera. Jika 50%
dari setiap tahunnya tamatan serjana yang ada di perguruan tinggi yang ada di
Indonesia bisa menjadi entrepernur sejak kuliah hingga pasca kuliah maka
sedikit demi sedikit tuntas permasalahan Indonesia.